Produksi Beras Lombok Timur Lampaui 210 Ribu Ton, Senator Mirah Tegaskan Pentingnya Menjaga Swasembada Pangan yang Berkelanjutan

Senator DPD RI Mirah Midadan Fahmid mengapresiasi keberhasilan Lombok Timur memproduksi 210.684 ton beras di tahun 2025. Capaian ini menjadi pilar penting swasembada pangan nasional dan bukti nyata kesejahteraan petani di NTB.

OPINI

MB

1/13/20262 min read

MMF - Senator DPD RI asal Nusa Tenggara Barat, Mirah Midadan Fahmid, menyampaikan apresiasi atas capaian Kabupaten Lombok Timur yang berhasil memproduksi setara beras sebanyak 210.684 ton sepanjang tahun 2025.

Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menegaskan peran strategis Lombok Timur dalam menopang keberhasilan swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Menurut Senator Mirah, keberhasilan Lombok Timur mencatat produksi beras dari luas tanam hampir 60 ribu hektare dengan capaian Gabah Kering Giling lebih dari 329 ribu ton merupakan bukti nyata bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ketahanan pangan NTB dan nasional.

Ia menilai, capaian tersebut tidak lahir secara instan, melainkan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor yang konsisten di tingkat lapangan.

BACA JUGA : Senator Mirah Dorong Penguatan Kesiapsiagaan NTB Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru

“Keberhasilan ini adalah buah dari sinergi yang kuat antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, TNI–Polri, Bulog, serta seluruh pemangku kepentingan pertanian. Ini menunjukkan bahwa ketika ekosistem pertanian bekerja bersama, swasembada bukan sekadar slogan, tetapi bisa diwujudkan,” ujar Senator Mirah.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan capaian ini. Menurutnya, swasembada pangan tidak boleh berhenti pada angka produksi satu tahun, tetapi harus dijaga melalui kebijakan yang berpihak pada petani dan adaptif terhadap tantangan ke depan, seperti perubahan iklim, fluktuasi harga, dan ketersediaan sarana produksi.

“Saya lihat peran penyuluh pertanian sebagai garda terdepan perlu terus diperkuat, baik dari sisi kapasitas, jumlah, maupun dukungan anggaran,” katanya.

Senator Mirah turut mengapresiasi kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) yang menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan petani. Namun, ia mengingatkan agar peningkatan produksi tidak justru diiringi tekanan harga di tingkat petani.

BACA JUGA : Senator Mirah Minta Langkah Konkret Pemerintah Daerah Kawal Distribusi dan Harga Beras di NTB

“Stabilitas harga gabah dan beras juga harus menjadi perhatian serius agar petani tetap mendapatkan keuntungan yang adil dan termotivasi untuk terus menanam,” kata Anggota Komite II DPD RI tersebut.

Dalam konteks nasional, Mirah menilai kontribusi Lombok Timur menjadi bagian penting dari keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dalam satu tahun terakhir, sebagaimana ditegaskan dalam rangkaian kegiatan panen raya nasional. Ia berharap capaian ini dapat direplikasi untuk komoditas pangan strategis lainnya, sehingga ketahanan pangan Indonesia semakin kokoh dan tidak bergantung pada impor.

Lebih lanjut, Senator Mirah mendorong agar pemerintah pusat dan daerah memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat infrastruktur pertanian, mulai dari irigasi, sarana pascapanen, hingga pengelolaan cadangan pangan. Ia menilai, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, surplus produksi berisiko tidak terserap optimal atau justru menekan harga di tingkat petani saat panen raya.

BACA JUGA : Senator Mirah Dukung Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut di NTB, Tegaskan Sinergi Daerah dan Pusat Jadi Kunci

“Lombok Timur telah menunjukkan bahwa daerah mampu menjadi pilar swasembada pangan nasional. Tugas kita bersama adalah memastikan capaian ini berkelanjutan, menyejahterakan petani, dan menjadi fondasi kemandirian pangan Indonesia ke depan,” tegas Senator Mirah.

Ia menutup dengan harapan agar semangat kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Keberhasilan swasembada pangan bukan hanya tentang angka produksi, tetapi tentang ketahanan ekonomi desa, kesejahteraan petani, dan kedaulatan bangsa dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” Tutupnya.***