Masuknya Investor Spanyol di Mandalika, Senator Mirah Dorong Investasi Berkeadilan dan Berbasis SDM Lokal

Senator Mirah Midadan Fahmid dukung investasi investor Spanyol di Mandalika senilai Rp55 miliar. Ia tegaskan pentingnya penyerapan SDM lokal dan pemberdayaan UMKM NTB.

OPINI

MB

1/17/20262 min read

MMF - Masuknya investor asal Spanyol yang akan membangun puluhan vila di Kawasan The Mandalika mendapat perhatian serius dari Anggota DPD RI Provinsi NTB, Senator Mirah Midadan Fahmid.

Mirah menilai, langkah Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) merupakan sinyal positif bagi geliat ekonomi NTB, khususnya sektor pariwisata berkelas internasional.

Kerja sama ITDC dengan investor Spanyol tersebut mencakup pemanfaatan lahan Lot KGH 1 dan KGH 2 seluas sekitar 1,6 hektare, dengan nilai investasi hampir Rp55 miliar dan rencana pembangunan sekitar 80 unit luxury villa yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Groundbreaking dijadwalkan pada Juli 2026. ITDC menyebut Mandalika kini diminati investor dari berbagai negara seperti Jepang, Maroko, hingga Spanyol.

BACA JUGA : Senator Mirah Dorong Penguatan Kesiapsiagaan NTB Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru

Menanggapi hal itu, Senator Mirah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor asing terhadap NTB. Menurutnya, Mandalika bukan hanya ikon pariwisata nasional, tetapi juga wajah Indonesia di mata dunia. Karena itu, setiap investasi yang masuk harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Masuknya investor Spanyol ini adalah kabar baik. Artinya Mandalika semakin dilirik dunia. Tetapi investasi tidak boleh hanya indah di angka, melainkan harus terasa di kehidupan masyarakat. Mandalika harus tumbuh bersama rakyatnya,” tegas Mirah.

Mirah menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal sebagai prioritas utama. Ia mendukung komitmen ITDC yang mewajibkan keterlibatan SDM Lombok dalam setiap proyek, namun menurutnya hal tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan sertifikasi.

BACA JUGA : Senator Mirah Minta Langkah Konkret Pemerintah Daerah Kawal Distribusi dan Harga Beras di NTB

“Kita tidak ingin masyarakat hanya jadi penonton di tanahnya sendiri. Anak-anak NTB harus disiapkan agar mampu bersaing secara profesional, baik di sektor hospitality, manajemen, maupun jasa pendukung pariwisata,” ujarnya.

Selain tenaga kerja, Mirah juga menyoroti peran UMKM lokal. Ia meminta agar investor tidak hanya membangun vila, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha kecil, mulai dari kuliner, kriya, transportasi, hingga ekonomi kreatif berbasis budaya Lombok.

“Pariwisata Mandalika harus punya denyut lokal. Villa boleh mewah, tapi isinya harus bernapas Lombok. Ada produk UMKM, ada kuliner khas, ada kearifan lokal yang diangkat,” kata Mirah.

BACA JUGA : Senator Mirah Dukung Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut di NTB, Tegaskan Sinergi Daerah dan Pusat Jadi Kunci

Dari sisi lingkungan dan sosial, Senator Mirah mengingatkan agar pembangunan tidak merusak ekosistem pesisir maupun menggeser ruang hidup masyarakat. Konsep pembangunan harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan (sustainable tourism).

“Investasi jangan meninggalkan masalah baru. Kita ingin Mandalika berkembang, tapi tetap menjaga alam, budaya, dan ketenangan sosial masyarakat,” tambahnya.

Mirah juga menilai kehadiran investor asing harus diiringi dengan tata kelola regulasi yang adil dan transparan. Ia mendorong pemerintah daerah dan ITDC untuk memastikan kemudahan investasi tetap seimbang dengan perlindungan hak masyarakat.

“Mandalika adalah kebanggaan NTB. Investor datang, ekonomi tumbuh, masyarakat sejahtera. Itulah tujuan utama yang harus kita jaga bersama,” pungkas Senator Mirah.***