Tinjauan Pangan di NTB, Senator Mirah Sebut BULOG Bekerja 24/7 Untuk Masyarakat

Senator Mirah Midadan Fahmid puji kinerja 24/7 BULOG dalam menjaga stabilitas pangan di NTB. Simak ulasan peningkatan produksi padi 17,5% dan solusi logistiknya.

OPINI

MB

4/19/20262 min read

MMF - Senator Mirah Midadan Fahmid memberikan tanggapan terkait kondisi pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang saat ini tengah mengalami dinamika signifikan, khususnya dalam hal peningkatan produksi dan kapasitas penyimpanan hasil panen.

Dalam keterangannya, Senator Mirah menegaskan bahwa Perum BULOG terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tugas negara dengan bekerja tanpa henti, bahkan “24 jam sehari, 7 hari seminggu” demi menjaga stabilitas pangan dan melindungi kepentingan petani serta masyarakat luas.

“Peningkatan produksi pangan di NTB patut diapresiasi sebagai indikator positif keberhasilan sektor pertanian. BULOG selalu menyerap hasil panen setiap harinya tanpa henti, ini semua tentu demi Masyarakat,” ujarnya.

Data menunjukkan bahwa produksi padi pada tahun 2025 mencapai sekitar 1,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat signifikan sebesar 17,56% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, produksi jagung juga tetap stabil di kisaran 1,2 juta ton. Capaian ini menunjukkan bahwa NTB memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

BACA JUGA : Senator Mirah Sebut Kenaikan Harga Tiket Pesawat Ancam Daya Saing Pariwisata NTB, Pemerintah Harus Intervensi Menyeluruh

Namun demikian, Senator Mirah mengakui bahwa peningkatan produksi tersebut turut membawa tantangan tersendiri, terutama dalam aspek logistik dan penyimpanan.

Saat ini, stok beras di gudang BULOG wilayah NTB per awal tahun 2026 telah mencapai sekitar 157 ribu ton. Tingginya volume serapan ini, yang tetap dipertahankan sesuai target tahunan, menyebabkan tekanan kapasitas pada sejumlah gudang, khususnya di daerah sentra panen.

“Situasi yang terjadi bukanlah semata-mata persoalan kelebihan stok dalam arti negatif, melainkan lebih kepada bottleneck logistik. Ini menandakan bahwa produksi kita meningkat, tetapi perlu diimbangi dengan penguatan infrastruktur distribusi dan penyimpanan,” ujar Senator Mirah.

Ia menekankan bahwa kondisi “over capacity” yang terjadi di beberapa titik gudang BULOG tidak boleh disalahartikan sebagai kegagalan pengelolaan, melainkan sebagai konsekuensi dari tingginya serapan hasil panen yang justru menjadi bukti keberpihakan negara terhadap petani.

BACA JUGA : Senator Mirah: Stabilkan Harga Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan dan Lindungi Daya Beli Masyarakat NTB

“Dalam hal ini, BULOG tetap konsisten menjalankan penugasan publiknya dengan menyerap gabah dan hasil panen petani guna menjaga stabilitas harga di tingkat produsen,” tambahnya.

Lebih lanjut, Senator Mirah mendorong adanya langkah strategis dan kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait untuk mengatasi tantangan kapasitas ini. Beberapa solusi yang dapat dipertimbangkan antara lain optimalisasi distribusi antarwilayah, penambahan fasilitas penyimpanan, serta percepatan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.

“Yang terpenting adalah memastikan bahwa hasil panen petani tetap terserap dengan baik dan harga tetap stabil. Kita tidak ingin petani dirugikan akibat keterbatasan infrastruktur. Di sinilah peran negara harus hadir secara nyata,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Senator Mirah mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran BULOG yang terus berupaya menjaga keseimbangan antara serapan produksi dan distribusi pangan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk melihat situasi ini sebagai momentum untuk memperkuat sistem logistik pangan nasional yang lebih adaptif dan berkelanjutan.***