Senator Mirah: Stabilkan Harga Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan dan Lindungi Daya Beli Masyarakat NTB
Senator Mirah desak stabilisasi harga cabai di NTB guna tekan inflasi dan lindungi daya beli. Simak solusi strategis mulai dari operasi pasar hingga kemandirian pangan.
OPINI
MB
4/5/20262 min read


MMF - Menyikapi lonjakan harga cabai yang kembali menjadi penyumbang utama inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senator Mirah menyampaikan keprihatinan sekaligus dorongan kuat kepada seluruh pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah strategis dan terukur. Kenaikan harga cabai yang sempat menembus Rp200 ribu per kilogram tidak hanya menjadi fenomena musiman, tetapi juga menunjukkan adanya persoalan struktural dalam sistem produksi, distribusi, dan stabilisasi harga pangan di daerah.
"Kondisi ini perlu dipandang sebagai sinyal penting bahwa ketahanan pangan daerah, khususnya untuk komoditas hortikultura seperti cabai, masih memerlukan penguatan yang berkelanjutan. Inflasi pada Maret 2026 yang dipicu oleh kenaikan harga bahan pangan menjadi indikator bahwa tekanan terhadap daya beli masyarakat masih cukup tinggi," ujarnya.
Senator Mirah mengapresiasi pernyataan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB yang menyebutkan bahwa masa panen cabai akan segera berlangsung pada bulan April. Ia berharap momentum panen ini dapat benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pasokan dan menurunkan harga di pasar. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh hanya bergantung pada siklus panen semata, melainkan harus memastikan adanya sistem distribusi yang efisien serta cadangan pangan yang memadai.
BACA JUGA : Senator Mirah Dorong Penguatan Kesiapsiagaan NTB Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru
"Saya mendorong adanya intervensi cepat melalui operasi pasar, subsidi distribusi, serta penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam menjaga stabilitas harga. Saya berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, petani, distributor, dan pelaku usaha dalam menciptakan rantai pasok yang lebih transparan dan berkeadilan," Kata Mirah.
Di sisi lain, Senator Mirah menyambut baik gagasan gerakan menanam cabai di tingkat rumah tangga dan sekolah sebagai langkah jangka menengah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar. Menurutnya, program ini tidak hanya berdampak pada stabilisasi harga, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kemandirian pangan. Namun, ia mengingatkan bahwa gerakan tersebut harus didukung dengan pendampingan teknis, penyediaan bibit unggul, serta edukasi berkelanjutan agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
BACA JUGA : Senator Mirah Minta Langkah Konkret Pemerintah Daerah Kawal Distribusi dan Harga Beras di NTB
“Permasalahan harga cabai ini tidak boleh terus berulang setiap tahun tanpa solusi yang konkret. Kita membutuhkan kebijakan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif dan berorientasi jangka panjang,” tegas Senator Mirah.
Sebagai penutup, Senator Mirah mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momentum ini sebagai titik balik dalam memperkuat sistem pangan daerah. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu stabilitas harga dan kesejahteraan petani di tingkat nasional, agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada masyarakat luas. Dengan langkah yang tepat dan kolaborasi yang solid, diharapkan inflasi dapat dikendalikan dan daya beli masyarakat NTB tetap terjaga.***
