Senator Mirah Minta Pemda Konsisten Mengawal Distribusi Pupuk dan Penguatan Ketahanan Pangan di NTB

Senator NTB Mirah Midadan Fahmid ingatkan pentingnya pengawasan stok & harga pupuk subsidi 2026. Pastikan distribusi tepat sasaran demi target produksi pangan 1,46 juta ton padi.

OPINI

MB

3/11/20262 min read

MMF - Senator asal Nusa Tenggara Barat, Mirah Midadan Fahmid, menyampaikan bahwa ketersediaan pupuk bagi petani hingga setelah Idulfitri 1447 H/2026 harus menjadi atensi bersama. Beberapa waktu lalu sempat mencuat informasi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB yang menyebutkan bahwa stok pupuk bersubsidi masih stabil hingga tingkat pengecer serta belum terdampak oleh dinamika geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, tetapi hal tersebut harus tetap menjadi atensi.

Menurut Senator Mirah, kepastian ketersediaan pupuk merupakan faktor yang sangat penting dalam menjaga stabilitas produksi pertanian di daerah. Ia menilai, keberlangsungan musim tanam sangat bergantung pada kelancaran distribusi pupuk serta kepastian harga yang terjangkau bagi para petani. Oleh karena itu, ia mendorong agar pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan pengawasan terhadap rantai distribusi pupuk, sehingga ketersediaannya tidak hanya tercatat aman secara administratif, tetapi juga benar-benar dirasakan oleh petani di lapangan.

“Informasi bahwa stok pupuk masih aman tentu menjadi kabar baik bagi para petani di NTB. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan distribusinya tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai dengan kebutuhan petani di setiap daerah,” ujar Senator Mirah.

Ia menambahkan bahwa stabilitas harga pupuk bersubsidi yang tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) juga perlu terus dijaga. Harga pupuk yang terjangkau menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dapat berdampak pada sektor pangan.

BACA JUGA : Senator Mirah Dorong Penguatan Kesiapsiagaan NTB Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru

Senator Mirah juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, produsen pupuk, serta para distributor dalam memastikan sistem distribusi pupuk berjalan secara transparan dan akuntabel. Menurutnya, koordinasi yang kuat antar pemangku kepentingan akan mampu meminimalkan potensi kelangkaan pupuk di tingkat petani.

Lebih lanjut, ia menilai optimisme Pemerintah Provinsi NTB terhadap pencapaian target produksi pangan tahun 2026 merupakan hal yang positif. Target produksi yang telah ditetapkan, seperti padi sebesar 1,46 juta ton, jagung 1,65 juta ton, serta berbagai komoditas hortikultura dan perkebunan, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah NTB.

Namun demikian, Senator Mirah mengingatkan bahwa pencapaian target tersebut tidak hanya bergantung pada ketersediaan pupuk semata. Dukungan terhadap petani juga harus dilakukan melalui peningkatan kualitas sarana produksi pertanian, akses terhadap teknologi pertanian modern, serta perlindungan terhadap stabilitas harga hasil panen.

BACA JUGA : Senator Mirah Minta Langkah Konkret Pemerintah Daerah Kawal Distribusi dan Harga Beras di NTB

.“Ketahanan pangan daerah tidak hanya ditentukan oleh produksi yang tinggi, tetapi juga oleh kesejahteraan petani. Ketika petani mendapatkan akses yang adil terhadap pupuk, teknologi, dan pasar, maka produktivitas pertanian akan meningkat secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia yang mewakili NTB, Senator Mirah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai kebijakan yang berkaitan dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Ia berharap upaya menjaga ketersediaan pupuk serta stabilitas produksi pangan dapat terus diperkuat agar NTB tetap menjadi salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional.

“Petani adalah pilar penting dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa. Oleh karena itu, dukungan terhadap mereka harus menjadi prioritas bersama,” tutup Senator Mirah***