Senator Mirah Dorong Penguatan Ketahanan Energi NTB di Tengah Ketegangan Geopolitik Global

Mirah Midadan Fahmid (DPD RI) pastikan stok energi NTB aman di tengah ketidakpastian distribusi minyak dunia. Ia imbau masyarakat tetap tenang dan gunakan BBM secara bijak.

OPINI

MB

3/4/20262 min read

MMF - Anggota DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi NTB yang sigap memantau perkembangan situasi energi di tengah meningkatnya tensi geopolitik global akibat konflik Israel–Amerika Serikat dengan Iran yang berpotensi mengganggu jalur distribusi minyak dunia. Menurutnya, kewaspadaan pemerintah daerah sangat penting mengingat ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) masih cukup tinggi.

Senator Mirah menilai langkah koordinasi yang dilakukan Pemprov NTB bersama pemerintah pusat, Pertamina, dan PLN merupakan respons yang tepat dalam menjaga stabilitas pasokan energi di daerah. Ia menegaskan bahwa ketersediaan energi merupakan faktor vital bagi keberlangsungan aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah, sehingga perlu dikelola dengan strategi yang matang dan antisipatif.

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, kewaspadaan dan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta para pemangku kepentingan di sektor energi menjadi sangat penting. Saya mengapresiasi langkah Pemprov NTB yang proaktif memastikan stok BBM dan LPG tetap aman bagi masyarakat,” ujar Senator Mirah dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa ketegangan geopolitik global dapat memberikan dampak berantai terhadap stabilitas energi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak yang masih berada di kisaran sekitar satu juta barel per hari menjadi tantangan tersendiri bagi ketahanan energi nasional. Oleh karena itu, pemerintah perlu terus memperkuat sistem cadangan energi serta memperbaiki tata kelola distribusi agar tidak menimbulkan gejolak di tingkat daerah.

BACA JUGA : Senator Mirah Dorong Penguatan Kesiapsiagaan NTB Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru

Senator Mirah juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas distribusi energi agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat, seperti fenomena antrean panjang di SPBU atau pembelian BBM dan LPG secara berlebihan. Ia mengimbau masyarakat NTB untuk tetap tenang serta menggunakan energi secara bijak, karena kepanikan justru dapat memperburuk situasi distribusi.

“Yang perlu kita jaga bersama adalah stabilitas dan ketenangan masyarakat. Jangan sampai isu global mengganggu distribusi energi di daerah. Pemerintah daerah sudah melakukan langkah koordinatif, sehingga masyarakat diharapkan tetap menggunakan energi secara wajar dan bijaksana,” katanya.

Lebih jauh, Senator Mirah menilai momentum situasi global ini harus dijadikan pengingat penting bagi Indonesia, termasuk NTB, untuk mempercepat transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT). Menurutnya, pengembangan energi alternatif seperti tenaga surya, mikrohidro, dan bioenergi sangat relevan bagi NTB yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar.

BACA JUGA : Senator Mirah Minta Langkah Konkret Pemerintah Daerah Kawal Distribusi dan Harga Beras di NTB

Ia menilai diversifikasi energi merupakan strategi jangka panjang yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor sekaligus memperkuat kemandirian energi daerah. Selain itu, pengembangan energi terbarukan juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

“NTB memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, mulai dari energi surya hingga mikrohidro. Ini harus terus didorong agar daerah tidak terlalu bergantung pada energi fosil impor. Ketahanan energi daerah ke depan harus dibangun melalui pemanfaatan sumber energi lokal yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN sektor energi, serta masyarakat dapat terus diperkuat sehingga stabilitas energi di NTB tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu. Dengan langkah antisipatif dan kolaborasi yang kuat, NTB diyakini mampu menghadapi berbagai potensi dampak krisis energi global secara lebih tangguh dan terukur.***