Senator Mirah Dorong Inovasi Pengolahan Sampah Plastik NTB yang Tembus Pasar Internasional

Senator DPD RI Mirah Midadan Fahmid mendorong pemerintah dukung inovasi blok bangunan dari sampah plastik di NTB yang telah tembus pasar ekspor Arab Saudi. Simak ulasan mengenai potensi ekonomi sirkular dan material tahan gempa hasil karya anak bangsa.

OPINI

MB

3/8/20262 min read

MMF - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal NTB, Mirah Midadan Fahmid mendorong Inovasi pengolahan sampah plastik menjadi blok bangunan yang dikembangkan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan perhatian dari pemerintah. Produk blok bangunan berbahan plastik daur ulang yang diproduksi di Lombok Barat dan bahkan telah diekspor hingga ke Arab Saudi dinilai sebagai terobosan penting dalam menjawab tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi daerah.

Senator Mirah menyampaikan apresiasi terhadap upaya inovatif yang dilakukan oleh pelaku industri lokal dalam mengubah persoalan sampah plastik menjadi produk konstruksi bernilai tinggi. Menurutnya, langkah ini merupakan contoh nyata bagaimana kreativitas dan teknologi dapat menjadi solusi atas dua persoalan sekaligus, yakni pengelolaan limbah plastik dan kebutuhan material bangunan yang lebih efisien serta ramah lingkungan.

“Ini adalah inovasi yang patut kita banggakan. Ketika sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan justru dapat diolah menjadi material bangunan yang kuat, tahan gempa, bahkan mampu menembus pasar internasional, maka hal ini menunjukkan bahwa daerah memiliki potensi besar dalam menciptakan solusi berbasis inovasi,” ujar Senator Mirah dalam keterangannya.

Senator Mirah menilai keberhasilan ekspor blok plastik dari Lombok ke Arab Saudi menjadi bukti bahwa produk inovasi dari daerah mampu bersaing di tingkat global. Ia menegaskan bahwa kepercayaan investor internasional terhadap pengembangan teknologi tersebut juga harus dimaknai sebagai peluang strategis untuk memperkuat ekosistem industri berbasis ekonomi sirkular di Indonesia, khususnya di NTB.

BACA JUGA : Senator Mirah Dorong Penguatan Kesiapsiagaan NTB Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru

Menurutnya, inovasi seperti ini tidak hanya berdampak pada sektor lingkungan, tetapi juga memberikan efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah industri daur ulang, hingga penguatan sektor konstruksi yang lebih berkelanjutan.

Lebih lanjut, Senator Mirah juga menyoroti latar belakang munculnya inovasi blok plastik tersebut yang terinspirasi dari pengalaman gempa Lombok tahun 2018. Ia menilai bahwa pengalaman bencana yang pernah dialami masyarakat NTB justru mampu melahirkan solusi konstruksi yang lebih adaptif terhadap kondisi geografis wilayah rawan gempa.

“Ketika inovasi ini lahir dari pengalaman nyata masyarakat menghadapi bencana, maka nilai strategisnya menjadi semakin kuat. Artinya, inovasi ini tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun hunian yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana,” jelasnya.

Meski demikian, Senator Mirah juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri pengolahan sampah plastik agar inovasi ini dapat berkembang secara berkelanjutan. Dukungan tersebut, menurutnya, dapat dilakukan melalui penguatan regulasi pengelolaan sampah, peningkatan fasilitas industri daur ulang, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga riset, dan masyarakat.

BACA JUGA : Senator Mirah Minta Langkah Konkret Pemerintah Daerah Kawal Distribusi dan Harga Beras di NTB

Ia juga berharap agar pengembangan industri pengolahan plastik daur ulang di Lombok dapat melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak dalam pengumpulan dan pengolahan sampah plastik.

“Ke depan, kita berharap inovasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia,” tambah Senator Mirah.

Menutup keterangannya, Senator Mirah menegaskan bahwa inovasi seperti ini harus terus didorong agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi pusat pengembangan teknologi dan produk ramah lingkungan yang mampu bersaing di tingkat global.

“Ketika inovasi dari daerah mampu menembus pasar dunia, maka itu adalah sinyal kuat bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri hijau di masa depan,” pungkasnya.***