Mengawal Transisi Energi Berkeadilan, Mirah M Fahmid Dorong Peta Jalan Green Jobs di Daerah

Anggota DPD RI asal NTB, Mirah M Fahmid, aktif kawal transisi energi menuju target NZE 2060 lewat kebijakan berbasis riset dan keadilan sosial bagi daerah.

OPINI

MB

6/12/20262 min read

MMF - Perempuan Indonesia kian menunjukkan peran strategisnya dalam menentukan arah pembangunan nasional. Mereka tidak hanya terlibat sebagai pembuat kebijakan, tetapi juga aktif mengawal isu-isu krusial masa depan demi kemaslahatan masyarakat dan daerah.

Salah satu figur yang menonjol adalah Mirah M Fahmid, Anggota DPD RI dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam program Sekar Agni Negeri besutan detikcom, Mirah menekankan pentingnya matangnya persiapan transisi energi guna menyukseskan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat.

"Saat ini Indonesia memiliki target menuju net zero emission di 2060. Masa transisi ini merupakan fase yang sangat menentukan keberhasilan kita mencapai target tersebut," ungkap Mirah dalam program detikPagi di 20detik, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, peralihan menuju energi bersih adalah masa-masa kritis yang harus direspons sejak dini oleh seluruh pemangku kepentingan, bukan sesuatu yang bisa ditunda karena dianggap masih lama. Ia menggarisbawahi bahwa isu energi tidak berdiri sendiri, melainkan berkelindan erat dengan pilar lingkungan, sosial, hingga ekonomi. Oleh sebab itu, kebijakan transisi wajib dirancang secara komprehensif dengan mempertimbangkan kondisi riil di daerah.

Berbekal pengalamannya sebagai peneliti ekonomi di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Mirah dikenal konsisten mendorong kebijakan yang berbasis data dan riset (evidence-based policy). Sebagai anggota Komite II DPD RI yang membidangi sumber daya alam dan energi, ia aktif mengawasi kebijakan strategis terkait pembangunan daerah dan transisi energi nasional.

BACA JUGA : Senator Mirah Sebut Kenaikan Harga Tiket Pesawat Ancam Daya Saing Pariwisata NTB, Pemerintah Harus Intervensi Menyeluruh

Melalui fungsi pengawasannya di parlemen, Mirah gencar menyuarakan pentingnya transisi energi yang berkeadilan. Baginya, pergeseran ke energi bersih harus memitigasi dampak ekonomi lokal, memastikan kesiapan tenaga kerja, serta membuka peluang lapangan kerja baru.

Komitmen ini diwujudkan lewat dorongannya kepada pemerintah daerah, khususnya NTB, untuk mulai menyusun peta jalan pengembangan green jobs (lapangan kerja hijau). Langkah ini dinilai krusial agar generasi muda siap menangkap peluang di industri energi terbarukan dan sektor ekonomi berkelanjutan.

BACA JUGA : Senator Mirah: Stabilkan Harga Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan dan Lindungi Daya Beli Masyarakat NTB

Mirah kembali memperingatkan semua pihak agar tidak terlena dengan tenggat waktu NZE yang tampak masih jauh. "Keliru besar jika kita merasa masih punya waktu 30 atau 40 tahun lagi. Kita harus mulai bersiap dan bergerak cepat secara konsisten sejak hari ini," tegasnya.

Kisah Mirah M Fahmid menjadi representasi nyata bagaimana perempuan Indonesia berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. Melalui program Sekar Agni Negeri, detikcom berkomitmen mengangkat cerita perempuan inspiratif yang membawa dampak positif bagi bangsa, yang disiarkan lewat wawancara khusus di detikPagi dan detikSore via live streaming maupun platform digital detikcom.***