Imbas Bencana, Senator Mirah Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Darurat dan Permanen di Sekotong Timur
Senator Mirah Midadan Fahmid mendesak percepatan pembangunan jembatan darurat dan permanen di Sekotong Timur, Lombok Barat, guna mengatasi keterisolasian warga pascabencana.
OPINI
MB
2/27/20262 min read


MMF - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Mirah Midadan Fahmid, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana di Sekotong Timur hingga berimbas pada terputusnya jembatan penghubung Sekotong Timur dan Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, yang hingga kini belum dapat dilalui kendaraan.
Kondisi tersebut menyebabkan ratusan kepala keluarga mengalami keterisolasian, serta menghambat aktivitas pendidikan, ekonomi, dan pelayanan kesehatan masyarakat setempat.
“Akses infrastruktur, khususnya jembatan penghubung antarwilayah, merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat ditunda penanganannya,” ujarnya.
Ia menilai bahwa kondisi jembatan darurat yang hanya menggunakan batang pohon kelapa merupakan bentuk solidaritas masyarakat, namun tidak dapat dijadikan solusi jangka panjang karena berisiko terhadap keselamatan warga.
BACA JUGA : Senator Mirah Dorong Penguatan Kesiapsiagaan NTB Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru
“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Infrastruktur penghubung bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat. Negara tidak boleh membiarkan warganya terisolasi, apalagi ketika akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi menjadi terganggu. Saya mendesak agar pemerintah daerah bersama pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret dan cepat,” tegas Senator Mirah.
Ia menyoroti dampak luas yang ditimbulkan akibat putusnya jembatan tersebut, termasuk terganggunya aktivitas belajar mengajar bagi ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA.
Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pedagang kecil dan pelaku usaha mikro, juga mengalami hambatan signifikan karena tidak dapat menjangkau pasar dengan mudah.
Menurut Senator Mirah, kondisi ini menjadi peringatan penting bahwa pembangunan infrastruktur di daerah harus dirancang dengan memperhatikan aspek ketahanan terhadap bencana alam, mengingat intensitas curah hujan yang semakin tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga menekankan pentingnya respons cepat dalam penanganan infrastruktur vital yang rusak akibat bencana.
“Saya meminta agar pemerintah daerah segera membangun jembatan darurat yang layak dan aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dalam waktu sesingkat mungkin. Selain itu, harus segera disusun rencana pembangunan jembatan permanen dengan standar konstruksi yang kuat dan tahan terhadap potensi bencana serupa di masa depan,” ujarnya.
BACA JUGA : Senator Mirah Minta Langkah Konkret Pemerintah Daerah Kawal Distribusi dan Harga Beras di NTB
Senator Mirah juga menyatakan komitmennya untuk mengawal persoalan ini melalui fungsi representasi daerah di tingkat nasional. Ia akan berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Lombok Barat, guna memastikan percepatan penanganan dan alokasi dukungan yang diperlukan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa momentum menjelang bulan suci Ramadan harus menjadi perhatian khusus, karena mobilitas masyarakat cenderung meningkat, baik untuk kebutuhan ekonomi maupun sosial. Oleh karena itu, pemulihan akses infrastruktur menjadi sangat mendesak.
“Kita harus memastikan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan aman dan bermartabat, terlebih menjelang bulan Ramadan. Jangan sampai masyarakat menghadapi risiko keselamatan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
Senator Mirah juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang secara mandiri membangun jembatan darurat sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Namun, ia menegaskan bahwa tanggung jawab utama penyediaan infrastruktur tetap berada pada negara.***
